Jumat, 21 Januari 2011

Anak Muda dan Bahasa Alay


A : N4nt1 50re ud 4d4 4cr4 g4? B : Gk, ‘loM 4d4, knp? A : M0 Nnt0n sm W 94k? B : Bwleh, y03ks.. :-))
Yang Anda lihat di atas sama sekali bukan kode bahasa rahasia intelijen. Tapi sekadar gaya bahasa tulis yang sedang populer di kalangan anak muda sekarang ini. Gaya bahasa ini mudah Anda jumpai di SMS yang ada di handphone mereka, atau pada status dan wall Facebook anak-anak muda.

Mungkin Anda akan langsung merasa sebal atau malah pusing membacanya. Namun, jika sudah bisa menebak artinya, Anda jangan keburu senang dulu. Sebab tidak selamanya Anda langsung bisa paham maksudnya.
Persoalannya, tidak ada kaidah tetap untuk bahasa-bahasa ini. Satu-satunya aturan adalah justru ketidakaturan itu sendiri. Jangan dibahas apa rumusnya “gue” bisa menjadi: gw, W, atau malah G saja. Belum lagi untuk menyatakan ekspresi, kemungkinannya semakin tidak terbatas. Contohnya untuk tertawa, jika Anda hanya mengenal hehehe… atau he3x, sekarang ada wkwkwk, xixixi, haghaghag, dan sebagainya. Jangan bayangkan pula bagaimana ini mau diucapkan secara lisan, karena untunglah ini hanya bahasa tulis.
Awal mula kemunculan bahasa rumit ini tak lepas dari perkembangan SMS atau layanan pesan singkat. Namanya pesan singkat, maka menulisnya jadi serba singkat, agar pesan yang panjang bisa terkirim hanya dengan sekali SMS. Selain itu juga agar tidak terlalu lama mengetik dengan tombol handphone yang terbatas. Awalnya memang hanya serba menyingkat. Kemudian huruf-huruf mulai diganti dengan angka, atau diganti dengan huruf lain yang jika dibaca kurang lebih menghasilkan bunyi yang mirip.
Belakangan, bukannya disingkat malah dilebih-lebihkan, seperti “dulu” menjadi “duluw”. Ketika jejaring sosial lewat internet datang sebagai media baru yang mewabah, budaya menulis pesan singkat ini terbawa dan makin hidup di situ. Lambat laun ini menjadi semacam sub budaya dalam cara berkomunikasi anak muda yang kemudian disebut sebagai Anak Alay, dengan Bahasa Alay sebagai intangible artefact-nya.
Ada sumber yang menyebutkan, alay ini berasal dari singkatan “anak layangan”, yang punya asosiasi pada anak muda tukang kelayapan, atau anak kampung yang berlagak mengikuti tren fashion dan musik. Ada lagi yag sekadar merujuk pada anak muda yang demi mendapatkan pengakuan di tengah lingkungan pergaulan akan melakukan apa saja, dari meniru gaya pakaian, gaya berfoto dengan muka yang sangat dibuat-buat, hingga cara menulis yang dibuat “sok” kreatif dan rumit seperti di atas.
Fenomena bahasa alay itu sendiri mengingatkan pada fenomena bahasa gaul yang hampir selalu ada pada setiap generasi anak muda. Bahasa-bahasa gaul yang tidak serta merta hilang terkubur dibawa peralihan generasi. Seperti “bokap” atau “nyokap”, jejak bahasa prokem yang tentu Anda masih sering dengar dalam bahasa percakapan saat ini.
Menengok lebih jauh lagi ke belakang, generasi eyang-eyang yang besar di kawasan segitiga Yogyakarta-Solo-Semarang era tahun empatpuluhan sampai limapuluhan pernah menciptakan apa yang mereka namakan bahasa rahasia, dengan menyisipkan “in” di antara huruf mati dan huruf hidup. Jadi jika ingin mengatakan “mambu wangi” (bau harum) akan menjadi “minambinu winangini”. Untuk yang advance, bahasa “in” ini dibuat lebih sulit lagi dengan memenggal bagian belakang. Sehingga “mambu wangi” cukup menjadi “minam winang”.
Di era delapanpuluhan, bahasa rahasia ini nyaris punah. Peninggalannya hanya tersisa pada bahasa lisan para eyang. Meski demikian melalui media radio sempat ada upaya reproduksi bahasa ini untuk penyebutan “cewek” jadi “cinewine”. Ingat? Di era delapanpuluhan ini yang lebih terkenal adalah bahasa prokem. Rumusnya adalah menyisipkan bunyi “ok” dan penghilangan suku kata terakhir. Seperti “bapak” jadi “bokap”. Dibandingkan bahasa rahasia Jawa, aturan atau rumus untuk bahasa “okem” ini lebih tidak beraturan lagi. Kaidahnya jadi irregular seperti “mobil” jadi “bo’il”, atau “dia” jadi “doi” atau “doski”, atau yang termasuk jauh, “makan” jadi “keme”. Jujur saja, Anda yang merasa senior pun masih menggunakan bahasa-bahasa ini untuk kalangan Anda sendiri bukan?
Di era sembilanpuluhan anak muda Yogyakarta membuat bahasa walikan, yaitu menukar huruf-huruf dalam urutan alfabet Hanacaraka. Rumusnya, ha-na-ca-ra-ka bertukar dengan pa-dha-ja-ya-nya, sementara da-ta-sa-wa-la bertukar dengan ma-ga-ba-tha-nga. Akibatnya, huruf “m” jadi “d”, huruf “t” jadi “g”. Contohnya, “matamu” menjadi “dagadu”, seperti merek industri kaos terkenal yang digemari anak muda di Yogya. Bahasa walikan ini awalnya muncul sebagai bahasa gaul di lingkungan kampus, sebagai respon terhadap masuknya pengaruh kultur baru yang dibawa para mahasiswa dari luar kota Yogyakarta.
Jika bahasa walikan adalah respon kultural anak muda terhadap perubahan yang datang dari luar, dan bahasa prokem punya konteks perlawanan anak muda urban kelas menengah terhadap hipokrisi orang dewasa, maka bahasa alay saat ini lebih mencerminkan kultur yang arbitrer, serba acak dan suka suka. Penyebabnya, teknologi komunikasi dan informasi dengan jejaring informasi betul-betul membuat dunia lebih datar, seolah-olah tiap individu bebas untuk mengusung produk budaya masing-masing. Sehingga de facto tidak ada aturan yang benar-benar dianut secara baku seperti tampak dari bentuk bahasa alay yang tidak beraturan itu. Buat Anda generasi dewasa jangan merasa tertinggal jika Anda tidak mampu mengejar istilah-istilah baru ini. Karena semakin dikejar, semakin banyak yang muncul lebih aneh lagi, sama banyak dengan yang tersisih karena dianggap lawas dan “jadul”.
74d1, 5l4m4t d4t4n9 d1 dun14 a1ay!

bismillah...

Janganlah dikira kehidupan ulama sehari-hari selalu serius. Kadangkala mereka juga bergurau dan berkelakar. Ada beberapa cerita tentang gurau canda para ulama kontemporer yang pernah ana baca. Berikut ana kutip sebagian diantaranya :

1. Ada seorang pemuda penuntut ilmu naik kereta bersama Syaikh Albani. Syaikh Albani mengemudikan keretanya dengan laju, sehinggakan pemuda tersebut merasa takut. Lalu pemuda itu menegur Syaikh Albani dengan berkata : “Ya Syaikh, janganlah terlalu laju, mengemudi seperti ini hukumnya tidak boleh, dan Syaikh bin Baz kata hal seperti ini termasuk menjerumuskan dalam kebinasaan”. Mendengar kata-kata pemuda itu, Syaikh Albani tertawa dan berkata : “Fatwa (Syaikh bin Baz) tersebut keluar dari seorang yang tidak pernah merasakan sedapnya mengemudi dengan laju!”. Pemuda itu berkata “ Syaikh, saya akan laporkan perkataan ini kepada Syaikh bin Baz”. Jawab Syaikh Albani : “Silakan, laporkan saja”. Kemudian pemuda tersebut bertemu dengan Syaikh bin Baz di Makkah dan menceritakan kejadian yang dialaminya dengan Syaikh Albani. Maka Syaikh bin Baz tertawa dan berkata : “Itu adalah fatwa orang yang belum pernah merasakan sedapnya disaman polis!” (Sumber : Majalah Al Furqon edisi 5/7 th 1428 H, menukil dari kitab “Al Imam Ibnu Baz, Durus wa Mawaqif wa ‘Ibar” karangan Syaikh As-Sadhan).

2. Suatu hari Syaikh bin Baz bertanya kepada seorang penuntut ilmu : “Mengapa engkau tidak berpoligami”? Ia menjawab : “Ya Syaikh, saya seorang yang ber’tauhid’ (maksudnya ‘tauhid’ = cukup satu istri)”. Maka Syaikh berkata : “Kesian, itu adalah tauhidnya orang penakut (dengan istri)”. (Sumber : Majalah Al Furqon edisi 6/7 th 1428 H, menukil dari kitab “Al Imam Ibnu Baz, Durus wa Mawaqif wa ‘Ibar” karangan Syaikh As-Sadhan).

3. Syaikh Ihsan al-Utaibi bercerita : Setelah selesai shalat di Masjidil Haram, Syaikh Ibnu Utsaimin mencari taxi untuk pergi ke suatu tempat. Maka beliau menghentikan sebuah taxi yang kebetulan lewat. Ketika dalam taxi, driver taxi bertanya : “ Nama anda siapa wahai Syaikh?”. Syaikh menjawab : “Muhammad bin Utsaimin”. Driver taxi terkejut dan berkata : “Antum Syaikh Utsaimin ?” Ia mengira Syaikh berbohong, kerana ia tidak mengenal Syaikh Utsaimin. Syaikh menjawab : “Ya, saya Syaikh Utsaimin. Sedangkan engkau, siapa namamu wahai saudaraku?” Syaikh balik bertanya. Driver taxi yang mengira Syaikh berbohong balas menjawab : “Saya Syaikh bin Baz !” Syaikh Utsaimin lalu tertawa dan bertanya : “Engkau Syaikh bin Baz? Bukankah beliau tidak bisa melihat dan tidak bisa menyetir kereta?”. Mendengar perkataan Syaikh, driver taxi tak bisa berkata apa-apa kerana malu, dan barulah sedar bahwa penumpangnya memang Syaikh Utsaimin yang sebenar. (Sumber : “Sahafat Musiqah min Hayatil Imam Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin”)

Memahami Mengapa Wanita Menangis

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab aku wanita". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas". sang ayah menjawab, "Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"

Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.

Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap akesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan".

Perhiasan berharga yang terpendam ...

Perhiasan berharga yang terpendam ...


Bismillah...aku nukil kisah nyata ini dari sebuah buku mungil berjudul "AGAR PERNIKAHAN SEINDAH IMPIAN" semoga dapat bermanfaat bagi seorang muslimah agar dapat menjadikan pelajaran berharga dan bermanfaat bagi seorang muslim agar tak memandang wanita hanya dari kecantikan dan harta semata...

Sejak kecil aku mengenalmu, karena kau tetangga dekatku. Namun tak pernah terbayang engkau akan menjadi pendamping hidupku.
Sebenarnya engkau tak terlalu cantik, tapi lebih sulit untuk mengatakan engkau jelek, Biasa saja. engkau juga tak pernah memoleskan make-up di wajahmu, apalagi mengenakan perhiasan sebagaimana kebanyakan teman-temanmu. Namun kesahajaan itulah yang justru mengusik hatiku, sehingga ku memutuskan untuk memilihmu menjadi pendamping hiduoku. Engkau yang sederhana, pintar dan tak banyak bicara, sungguh terlihat dewasa.

Engkau bukan anak orang berpangkat, juga bukan keturunan ningrat. Tapi aku tak peduli, yang ku utamakan bukan itu. Tetapi raga yang selalu menutup aurat dan jiwa yang selalu mengutamakan akherat. Tekadku sudah bulat, kan ku pinang dirimu dalam waktu dekat.

Saat itu engkau baru lulus SMA. tak ku sangka menerima dengan kedua tangan terbuka. bahkan, demi aku , engkau rela mengorbankan keinginanmu untuk mencicipi bangku kuliah. Semua gurumu pun menyayangkan hal itu, karena menurut mereka engkau termasuk murid yang cerdas. Tapi entah mengapa, engkau lebih memilih menjadi ibu rumah tangga saja. Sujud syukurku kepada ALLAH, alhamdulillah.

Semua serasa begitu mudah, dan kita pun menikah. saat itu usiaku 25 tahun, sedangkan usiamu baru 19 tahun. memang masih terlalu muda untuk kalangan umum, tetapi ternyata engkau berani mengambil keputusan itu. Engkau berani mengakhiri masa lajangmu di usia sedini itu. Aku pun semakin kagum padamu.

Sejak menikah hingga kini, belum pernah engkau mengeluh tentang keasaan yang kita alami. Padahal engkau tahu sendiri, penghasilanku yang tak seberapa, kadangkala tak seimbang  antara pemasukan dan kebutuhan. Sering kita harus menekan beberapa keinginan , karena memang kita tak sangguo menggapainya. namun tak pernah ku lihat kristal bening menetes dari pelupuk matamu karena itu. BAhkan ketika engkau harus berhutang sekalipun.

Masih teringat ketika pertama kali kiya arungi bahtera ini di sebuah kontrakan mungil. sama sekali kita tak punya apa-apa, bahkan alas tidur pun tak ada. Tapi engkau begitu cerdik. seonggok pakaian kita yang masih tersimpan di dalam tas usang kau keluarkan. Engaku lipat, kemudian kau tumpuk dua hingga tiga pakaian, lalu kau bariskan sedemikian rupa hingga menyerupai kasur. kemudian engkau bentangkan kerudung lebarmu laksana seprei permadani menyelimutu kasur indah kita. engkau tersenyum dan mempersilahkan aku tidur. ku tatap wajahmu, ku balas senyum mu dengan genangan air mata haru.

Bersamamu, bergulirnya waktu terasa begitu cepat. Hari-hari berlalu selalu terasa indah. kekurangan materi yang menemani kita setiap hari, seakan bukan merupakan beban manakala kita aenantiasa ikhlas. dengan mu, begitu banyak pelajaran yang telah aku petik.
Ketika setahun usia pernikahan kita, tujuh bulan sudah usia kehamilanmu. aku begitu panik ketika tiba-tiba engkau mengalami pendarahan,tapi engkau begitu tenang, tak gugup sedikitpun. padahal dari keningmu yang berkerut dan nafasmu yang tertahan, aku tahu kau tengah menahan rasa sakit yang luar biasa. segera kubawa ke bidan, dan dia bilang ini tanda-tanda mau melahirkan.

Jam dua belas tengah malam, ketika semua insan terlelap dengan mimpi-mimpinya, anak pertama kita lahir, prematur. Ah... Betapa bahagianya aku, ku cium keningmuberulang kali. ku dengar kau berbisik, "Bi...aku lapar". Tersentak aku mendengarnya, Ya, seharian tadi engkau tidak memasak dan tidak makan karna sudah merasakan sakit sejak kemarin. Sedangkan sore tadi aku hanya beli sebungkus nasi di warung dan sudah kulahap habis, sebab tadi ketika kutawari kau tak mau. tak ada roti, tak ada jajanan, tak ada apa untuk menganjal perutmu. mau beli, seluruh toko dan warung sudah pada tutup. Akhirnya ku sodorkan segelas air putih yang disuguhkan bidan untukmu. dan engkau pun tak menuntut lebih dari itu. Kembali menggenang air mata di pelupuk mataku menyaksikan kebahagiaan yang tersirat di wajahmu. yah,, bayi mungil kita yang nampak sehat dan berbahagia telah menjadikanmu lupa lapar dan dahaga.

Tahun berganti dan engkau tak pernah berubah. Hampir sepuluh tahun kita bersama dalam kehidupan yang selalu sederhana, tapi kita tak pernah mengeluh. engkau jugatak pernah menuntut dunia sariku, tak pernah minta ini dan itu sebagaimana para istri kebanyakan. Beli pakaian saja mungkin tiga atau empat tahun sekali.Perhiasan? kau tak pernah mengenalnya. bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa hutang saja bagimu sudah lebih dari cukup.
Sungguh, aku beruntung sekali memilikimu. engkaulah sebenarnya perhiasan itu. SEmoga engkau selalu tegar mendampingiku, hingga kita jelang syurga bersama-sama insya ALLAH....
Cinta Sejati

Senin, 17 Januari 2011

PAPA

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan PAPA?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja....Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!". Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain....Papa harus melepasmu di bandara....Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...Kata- kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!". Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu". Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin....Karena Papa tahu bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya.... Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.....Papa telah menyelesaikan tugasnya.....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. ..Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal.

sumber: unknown

puisi

Bismillah,,
Jika boleh aku berkata jujur,,
Maka aku akan mengatakan,,
  "Sesungguhnya,,
   Ibuku ta pernah marah,,
   Ibuku selalu memberi senyuman,,
   Ibuku selalu meluangkan waktunya untukku,,
   Ibuku selalu mendo'akan yang baik untukku,,
Tapi,,
   Terkadang amarah ibu muncul,,
      karena ulahku,,
   Terkadang senyuman ibu berubah,,
      karena ulahku pula,,
   Terkadang ibu enangis,,
      karena ulahku juga..yang selalu membuatnya jengkel,,
Namun,,
   Dimalam hari yang sunyi,,sepi,,
   Ibu terbangun,,
   Ibu pergi ke hammam untuk berwudhu,,
   Ibu berwudhu untuk shalat tahajud,,
   Ibu menghadapkan badannya ke arah kiblat,,
   Ibu shalat dengan penuh kekhusyuan,,
   Ibu shalat dengan penuh harapan,,
   Diakhir shalatnya,,
   Ibu berdo'a pada Allah,,
   Ibu memohon pertolongan pada Allah,,
   Ibu menangis disela-sela do'anya,,
   Ibu mengeluh,,mengadu pada Allah,,
        Ibu memohon,,
          Ya Rabb,,
          Jadikanlah anak-anakku seorang yang shalih,,
          Jadikanlah anak-anakku yang berbakti pada orangtuanya,,
          Jadikanlah anak-anakku yang selalu mensyukuri ni'mat-Mu,,
          Jadikanlah anak-anakku seorang yang faqih,,
          Jadikanlah anak-anakku, yaitu titipan amanah-Mu,,yang menjadi teladan yang baik,,
          dan segala do'a ia panjatkan pada Allah,,
               Yang Maha Mendengar,,
               Yang Maha Melihat,,
               Yang Maha Mengabulkan,,
               Yang Maha Kaya Atas Segala Sesuatu,,"
Duhai Ibuku yang baik,,
          Maafkan anakmu,,
            yang selalu membuatmu marah,,
            yang selalu membuatmu jengkel,,
            yang selalu merubah keadaan baik,,
            yang selalu membuatmu menangis,,
            yang selalu membuatmu kecewa,,
            yang selalu membuatmu susah,,
            dan segala hal yang membuatmu berat,,
Duhai Ibuku yang kusayangi,,
            aku merasakan rasa kasih sayangmu,,
            aku merasakan jerih payahmu,,
            aku merasakan kau ada disisiku,,
   Tapi,,
            itu semua kurasakan ketika ku beranjak dewasa,,
            ketika ku memperhatikan perlakuanmu,,
            ketika ku merenungi nasihat-nasihatmu,,
Dan akupun berkata,,
     "Bodohnya diriku, ketika aku baru merasakannya sekarang,,
      Sedangkan Ibu telah memberikan banyak perlakuan baik padaku,,"
          Aku termenung, terdiam sesaat,,dan berfikir,,
                "Apakah munkin aku bisa membalas jasamu,,?"
Duhai Ibuku yang kucintai,,
            aku minta maaf padamu,,
            atas semua salahku,,
Duhai Ibuku yang kurindui,,
            Aku belum ingin berpisah dengan dirimu,
            Aku masih ingin merasakan kasih sayangmu,,
            Aku masih ingin berada di sampingmu,,
            Aku masih ingin merasakan kebahagiaan disisimu,,
Duhai Ibu,,
            Apakah kau masih menerima aku,,?
            Apakah kau masih mau mendidikku,,?
            Apakah kau masih mau menerima keberadaanku,,?
          Ibu,,
            Jasamu ta bisa dibalas dengan harta,,
            Jasamu ta bisa dibalas dengan uang,,
         Dan jasamu ta bisa dibalas dengan appun,,
            kecuali aku bisa merasakan apa yang kau rasakan,,
          Ibu,,
            Berbu maaf aku minta padamu,,
            Agar kau berdo'a pada Allah,,
            tuk memaafkan kesalahan anakmu,,
          Ibu,,
          Ibu,,
          Ibu,,
            Disini aku menangis,
            Aku ingin selalu ada disisimu,
            Aku belum ingin berpisah denganmu,,
          Ibu,,
          Ibu,,
          Ibu,,
      Inginnya aku berteriak,,sekeras munkin,,
      Agar kau mendengar permintaan maafku,,
          Ibu,,
          Ibu,,
          Ibu,,
             Maafkan anakmu,,
             Aku mohon maaf atas semua salahku,,
             Aku ingin bisa memberi yang terbaik untukmu,,
             untuk membalas semua jerih payahmu,,
          Ibu,,
              Maafkan anakmu,,

Ya Rabb,,
Hamba mohon maaf pada-Mu,,
Jadikanlah kami hamba yang ta'at pada perintah-Mu,,
     hamba yang beriman pada-Mu,,
     hamb ayang bertaqwa pada=Mu,,
Hamba mohon ampun pada-Mu,,
Atas semua dosa-dosa, semua salah hamba pada-Mu,, dan pada orangtuaku,,

Ya Rabb,,
Yang Maha Melihat,
Yang Maha Mengampuni,,
Yang Maha Kaya Atas Segala Sesuatu,,
kabulkanlah permintaan hamba,,
     Aku sayang Ibu SELAMANYA,,

Beginilah akibatnya orang Malaysia menterjemahkan istilah-istilah Komputer.

Beginilah akibatnya orang Malaysia menterjemahkan istilah-istilah Komputer.

Istilah:
Hardware: barang keras
Software: barang lembut
Joystick: batang bahagia
Plug and Play: cucuk dan main
Port: lubang
Server: pelayan
Client= pelanggan

Contoh:
“That server gives a plug and play service to the clients using either hardware or software joystick. The joystick goes into the port of the client.”

Translated:
“Pelayan itu memberi pelanggannya layanan cucuk dan main dengan mempergunakan batang bahagia jenis keras atau lembut. Batang bahagia
itu dimasukkan ke dalam lubang pelanggan.”

(alamaaaaaaaak gubraaaaaaaaaaaxxxxxxx)